Pagutanindah's Blog

Griya Pagutan Indah, Mataram, NTB, Indonesia

MEMAKMURKAN MASJID AL ACHWAN

Di dalam masyarakat muslim, hampir seluruh perkembangan tahapan kehidupannya dapat dilakukan di dalam masjid. Disamping untuk tujuan ritual keagamaan, penggunaan masjid juga dapat untuk kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kelahiran, pernikahan dan kematian seorang muslim. Masjid Al-Achwan telah membuka diri untuk kegiatan-kegiatan tersebut, sehingga keterkaitan hubungan warga dengan masjid lebih terasa. Masjid Al-Achwan memang termasuk masjid yang makmur. Jamaah shalat fardlu selalu banyak, termasuk jamaah shalat ‘Ashar dan ‘Isya yang selalu lebih dari dua shaf.
Penyerahan kunci masjid dari keluarga H.M. Achwan kepada pengurus masjid, pada tanggal 7 Nopember 1999 (28 Rajab 1420 H) memang merupakan hari penggunaan masjid secara resmi. Tetapi beberapa hari sebelumnya, sebagian warga secara diam-diam sudah menggunakan masjid tersebut untuk shalat berjamaah. Warga GPI yang tercatat sebagai orang yang shalat pertama kali di Masjid Al-Achwan Maghfurullah adalah Hamid Jasman, mantan Kepala RRI Mataram yang tinggal di Jl. Pantai Sira 2.
Hari Jum’at pertama setelah penyerahan kunci masjid jatuh pada tanggal 12 Nopember 1999 (3 Sya’ban 1420). Pada hari itu, untuk pertama kalinya Masjid Al-Achwan Maghfurullah digunakan untuk shalat Jum’at. Sebelumnya warga GPI melakukan shalat Jum’at di beberapa masjid yang terdapat di sekitar kompleks GPI. Seorang warga di Jl. Pantai Sanur, Umar, berindak sebagai muadzin; sedangkan sebagai imam dan sekaligus khatib adalah TGH Mustiadi.
Pada shalat-shalat Jum’at berikutnya, pada periode antara tahun 1999-2001, yang menjadi imam dan khatib adalah Zaenal dan Shohib, yang kadangkala diselingi oleh Fairuzzabadi. Sedangkan sebagai muadzin yang mendampinginya adalah Umar dan Ta’amim, atau digantikan oleh Mustajab setelah menjadi marbot masjid pada tahun 2000.
Bulan Ramadlan 1420 H jatuh pada tanggal 9 Desember 1999 hingga 8 Januari 2000. Pada bulan Ramadlan tersebut, untuk pertama kalinya dilakukan shalat Tarawih dan Witir secara berjamaah di Masjid Al-Achwan. Shalat Tarawih yang pertama ini diawali dengan pidato sambutan dari Ketua Pengurus Masjid, Syarifuddin. Pelaksanaan shalat Tarawih sama dengan pelaksanaan pada bulan-bulan Ramadlan sebelumnya, ketika warga GPI masih menggunakan mushalla di Jl. Pantai Sira 22. Shalat Witir dilakukan dua kali, setelah rakaat kedelapan dan setelah rakaat kedua-puluh. Dengan demikian warga dapat mengerjakan shalat malam baik 11 maupun 23 rakaat.
Shalat Tarawih selalu meriah di kompleks GPI. Kehadiran masjid yang baru mereka miliki tentu saja membawa suasana ibadah yang lebih bersemangat. Hubungan warga muslim dengan non-muslim juga sangat baik dan saling membantu. Ketika warga muslim melakukan shalat Tarawih di masjid, maka warga non-muslim keluar dari rumah untuk mengawasi keamanan rumah-rumah yang sepi ditinggal penghuninya ke masjid. Pada saat itu, masjid masih terletak di tanah kosong yang luas. Bangunan masjid dapat terlihat jelas dari Jl. Pantai Sira atau bahkan dari Jl. Gajah Mada, di antara Jempong dan Pagesangan).
Pada saat hari ‘Idul Fithri tahun 1420 H (8 Januari 2000), belum dilakukan shalat ‘Idul Fithri berjamaah di Masjid Al-Achwan Maghfurullah. Sebenarnya warga muslim GPI sudah berjumlah sekitar 100 orang, tetapi sekitar dua pertiganya pulang mudik ketika lebaran. Shalat Tarawih pada 10 malam terakhir biasanya hanya dihadiri oleh sekitar 10 jamaah saja, karena sebagian besar sudah pulang kampung. Dikhawatirkan jumlah jamaah terlalu sedikit jika dilakukan shalat ‘Idul Fithri di Masjid Al-Achwan Maghfurullah.
Pada tanggal 12 Maret 2000, pengurus masjid melakukan rapat untuk persiapan perayaan ‘Idul Adha yang akan jatuh pada tanggal 16 Maret 2000. Rapat tersebut memutuskan bahwa pada lebaran ‘Idul Adha 1420 H akan dilaksanakan shalat Id di Masjid Al-Achwan Maghfurullah. Di dalam rapat terlontar ide untuk membentuk Taman Pendidikan al-Quran (TPQ), yang disambut antusias oleh warga GPI. Pembentukan TPQ tersebut ditetapkan dengan sebuah Surat Keputusan dari pengurus masjid tertanggal 19 Maret 2000 (12 Dzul-Hijjah 1420).

Disamping itu juga disadari adanya kebutuhan orang yang terampil untuk penanganan jenazah. Kebutuhan tersebut dipicu oleh kejadian meninggalnya putri pertama Triadi yang sempat kesulitan dalam penanganan jenazahnya. Pada saat itu memang belum ditetapkan siapa yang akan bertindak sebagai koordinator penanganan jenazah muslim GPI. Rapat pada hari itu memutuskan bahwa pemandian jenazah muslim akan dikoordinir oleh Shohib, sedangkan pengurusan penguburan jenazah dikoordinir oleh Mustofa.
Shalat ‘Idul Adha pertama kali dilakukan di Masjid Al-Achwan Maghfurullah pada tanggal 16 Maret 2000 (9 Dzulhijjah 1420). Sebagai imam dan khatib adalah seorang dosen IAIN Mataram, Drs. Mutawalli, M.Ag. , sedangkan sebagai muadzinnya adalah Umar. Shalat ‘Idul Adha yang pertama kali di masjid Al-Achwan Maghfurullah ini berlangsung dengan jamaah yang sangat banyak. Tidak ada warga yang mudik. Semua warga muslim GPI ingin merasakan shalat Id pertama kalinya di masjid mereka.
Pada tahun 2000 dan 2001 belum dilakukan shalat ‘Idul Fithri di Masjid Al Achwan Maghfurullah. Setiap Ramadlan diskusi tentang wacana penggunaan masjid untuk shalat ‘Idul Fithri selalu muncul tetapi kemudian diputuskan untuk tidak melaksanakannya. Pertimbangan utama adalah keraguan akan jumlah jamaah shalat yang akan datang ke Masjid Al-Achwan Maghfurullah. Jumlah keluarga muslim yang tinggal di rumah pada akhir Ramadlan diperkirakan hanya sekitar 20 keluarga. Sebagian besar warga muslim mudik ke kampung halaman, terutama warga yang berasal dari Pulau Lombok. Dengan jumlah jamaah yang sedikit dikhawatirkan shalat ‘Idul Fithri menjadi kurang bersemangat.
Pada tahun 2001, terjadi pembangunan perumahan tahap kedua yang memenuhi lokasi di kawasan sekitar masjid, yaitu Jl. Pantai Aan, Jl. Pantai Nipan, Jl. Pantai Senggigi. Masjid Al Achwan yang sebelumnya terletak di tengah tanah kosong, sekarang sudah dikelilingi oleh rumah. Perpindahan warga penghuni baru di perumahan sekitar masjid juga berlangsung secara cepat, sehingga pada pertengahan tahun 2002. Jamaah shalat fardlu di masjid semakin bertambah banyak. Jamaah shalat Tarawih juga sudah memenuhi seluruh ruangan masjid.
Pada tanggal 6 Desember 2002 (1 Syawal 1423 H), shalat ‘Idul Fithri pertama kali dilakukan di Masjid Al- Achwan Maghfurullah. Pada awalnya sebagian pengurus masjid masih ragu-ragu untuk melaksanakannya. Tetapi dorongan ustadz Nasihin, seorang dosen STAIN, membuat pengurus masjid memutuskan untuk melaksanakan shalat ‘Idul Fithri di Masjid al-Achwan Maghfurullah. Walaupun jamaah shalat ‘Id tidak sebanyak yang diharapkan, tetapi seluruh warga muslim yang tinggal (tidak mudik) melakukan shalat di Masjid Al-Achwan Maghfurullah. Jumlah jamaah shalat ‘Id dapat memenuhi seluruh ruangan masjid termasuk di semua terasnya. Shalat ‘Idul Fithri yang pertama kali ini dilaksanakan dengan Nasihin sebagai imam dan khatib, dan Ta’amim sebagai muadzin.
Pembentukan Diniyah Al-Achwan merupakan gagasan dari Zumri, sebagai pelengkap dari TPQ yang sudah berjalan. Diniyah Al-Achwan yang didirikan sejak tahun 2001 hanya berjalan efektif dua tahun. Setelah itu Diniyah tersebut mati suri. Pendidikan Diniyah tersebut dilaksanakan pada sore hari, karena pada pagi hari semua anak usia sekolah belajar di sekolah formal SD atau SMP. Adanya ujian nasional membuat sebagian besar siswa SD dan SMP mengambil les pelajaran tambahan pada sore harinya, sehingga mereka banyak yang tidak punya waktu lagi untuk belajar di Diniyah.
Penidirian Taman Kanak-Kanak (TK) Islam Al-Achwan dirintis pada tahun 2002. oleh Zaidi Abdad, seorang dosen STAIN Mataram. Sejak berdiri TK islam Al Achwan secara perlahan menunjukkan kualitasnya sebagai satu-satunya TK di GPI. Walaupun pendirian TK Islam Al-Achwan dibawah Yayasan Al-Achwan, tetapi semua prestasi dan keberhasilan TK Islam Al-Achwan merupakan hasil kerja keras dari Zaidi Abdad dan para guru pembinanya, tanpa campur tangan yayasan. 

Di dalam shalat berjamaah di masjid, pernah terjadi peristiwa yang sulit dilupakan. Pada bulan Desember 2003, jamaah shalat Subuh sedang melakukan shalat ketika terjadi gempa bumi yang berkekuatan 5,4 SR. Disamping menimbulkan guncangan yang kuat pada jamaah shalat, gempa tersebut juga menimbulkan suara yang mengerikan. Kejadian gempa tersebut menyebabkan seluruh makmum shalat Subuh berlarian keluar bangunan masjid. Hanya imam shalat, Nasihin, yang bertahan di dalam bangunan masjid. Zumri dan Shohib yang turut menjadi makmum meneruskan shalat di halaman masjid. Beberapa makmum lain meneruskan shalat di halaman, sebagian lainnya langsung pulang mencemaskan keluarga di rumah.
Guncangan gempa telah membuat atap tengah masjid yang menyangga kubah bergerak keras sekali, karena hanya bertumpu pada empat tiang dari baja. Gerakan atap yang keras menyebabkan banyak genting jatuh ke atap genting di bawahnya. Jatuhnya genting beton yang menimpa genting beton di bawahnya menimbulkan suara yang mengerikan, ditambah dengan suara pecahan genting yang menggelinding di atas genting jatuh ke tanah. Besok harinya genting-genting yang pecah tersebut segera diganti karena saat itu musim hujan. Setelah mencari genting beton dengan ukuran sama ke beberapa rumah tetapi belum mencukupi, Suhardi Andung dan Imam Bachtiar meminta genting sekitar 50-60 buah ke U’us, yang masih menyimpan banyak genting beton. Jumlah genting yang pecah dari gempa pagi itu sekitar 70 buah.
Kemakmuran Masjid Al-Achwan Maghfurullah juga terjadi pada hari-hari besar agama. Penyembelihan dan penanganan hewan qurban dilakukan di halaman masjid setiap tahun. Pada peringatan hari kelahiran Rasulullah SAW (Maulid), pengurus masjid pernah mendatangkan Walikota Mataram, Drs. H. Ruslan. Pada tanggal 21 Maret 2009 (24 Rabiul awwal 1430 H), pengurus masjid juga berhasil mendatangkan Gubernur NTB, Dr. H. Zainul Majdi (TGH Bajang ) ke Masjid Al-Achwan. Kedatangan para pejabat tersebut merupakan buah karya dari Zaidi Abdad, yang banyak dikenal oleh pejabat.

Single Post Navigation

One thought on “MEMAKMURKAN MASJID AL ACHWAN

  1. Semoga tetap makmur ya Allah dan terima kasih pak IMAM.
    Umar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: