Pagutanindah's Blog

Griya Pagutan Indah, Mataram, NTB, Indonesia

DUA KALI KAMIS DAN JUM’AT DALAM 48 JAM

Peristiwa ini sebenarnya tidaklah terlalu istimewa dalam arti tidak membawa perubahan yang besar dalam hidup saya. Tetapi karena ini baru terjadi dalam kehidupan saya maka saya ingin berbagi dengan teman lainnya. Peristiwa dua kali Kamis dan Jumat tersebut terjadi kemarin, ketika saya berangkat dari Jakarta menuju Florida, USA. Sebelumnya saya sudah dua kali pergi ke USA, tahun 1999 dan 2008. Pada dua pengalaman sebelumnya, jika kita pergi hari Sabtu maka kita tiba di benua Amerika pada hari yang sama walaupun kita sudah terbang lebih dari 23 jam di pesawat ditambah transit-transit, yang masing-masing lebih dari tiga jam.

Pada kali ini, saya berangkat dari Bandara Sukarno-Hatta pada hari Kamis, pukul 14:25. Setelah terbang selama sekitar 4 jam, kami tiba di Hongkong International Airport sekitar pukul 21:00 waktu local. Kami sudah boarding lagi pukul 23:30, tetapi pesawat baru take-off pukul 01:05. Terjadi penundaan sekitar satu jam karena ada gangguan teknis. Pilot tiga kali member penjelasan bahwa kita belum dapat berangkat sebelum semua aturan keselamatan dapat terpenuhi. Anehnya, tidak terdenar penumpang yang mengeluh. Singkatnya, ketika masih di bandara Hongkong waktu sudah masuk hari Jumat dini hari.

Kami terbang melintasi Pasific Ocean dimana garis batas penanggalan internasional akan dilewati. Jika kita melewati kea rah barat, maka waktunya ditambah satu hari (24 jam), sebaliknya yang ke arah timur maka waktunya dikurangi satu hari. Kami kea rah timur menuju Los Angeles sehingga waktu kami dikurangi satu hari. Di Samudra Pasifik ini kami memasuki hari baru yang sebenarnya lama, yaitu Kamis 19 Oktober. Ini hari Kamis kedua dalam 24 jam.

Setelah terbang selama 13:30 jam kami mendarat di Los Angeles World Airport sekitar pukul 21:00 malam. Mereka menyebut dirinya bukan lagi bandara internasional melainkan bandara dunia atau bandara bumi. Pada dua kali perjalanan saya ke Los Angeles, saya menyaksikan bahwa waktu shalat demikian cepat berubah di dalam pesawat. Ketika masih di atas pesawat tiga jam sebelumnya saya masih  merasa mulai masuk waktu shalat Dzuhur, sehingga saya shalat jamak qasarkedua shalat tersebut dengan posisi duduk di kursi pesawat. Ketika pesawat turun matahari ikut terbenam menunjukkan waktu shalat Maghrib, yang dengan cepat berubah menjadi waktu shalat Isya’. Bahkan ketika pesawat mendarat awal waktu shalat Isya’ sudah terlewati.

Pada pemeriksaan imigrasi saya sempat tertahan selama satu jam karena hanya mengandalkan dokumen passport dan visa. Mereka meminta lebih dari itu, yaitu dokumen DS2019 dan SEVIS, yang keduanya berada dalam koper bagasi. Ini pelajaran berharga untuk saya dan mungkin juga teman-teman lainnya. Saya melihat 10-15 pemuda Indonesia yang bersama dengan pesawat Cathay juga tertahan petugas imigrasi. Bersyukur boarding time penerbangan berikutnya masih akan dilakukan pukul 00:15 dengan American Airline. Saya tidak perlu panik untuk melayani keinginan petugas imigrasi Amerika yang keturunan Korea ini.

Di bandara Los Angeles tersebut saya kembali memasuki hari Jumat tanggal 20 Nopember 2009. Ini hari Jumat yang kedua. Pesawat berikurnya membawa saya terbang ke Dallas dengan waktu tempuh sekitar 2:30 jam, yang dilanjutkan dengan pesawat lebih kecil S-80 tujuan Tampa International Airport, Florida. Pesawat berangkat sekitar pukul 08:30 dan mendarat sekitar pukul 11:00 dengan tanpa perbedaan waktu antara kedua bandara. Badan yang kelelahan dan kurang tidur membuat saya tidak begitu lagi menyadari waktu. Apalagi waktu di jam tangan saya belum sempat disesuaikan.

Dari bandara saya naik shuttle bus menujua apartemen yang sudah dikontak sebelumnya. Tiba di apartemen sekitar pukul 12:00 siang. Apartemen saya mirip sebuah vila kecil dengan semua fasilitas terpisah dari pemilik rumah, selain kolam renang dan taman di depan pintu apartemen. Setelah makan siang dengan roti yang sengaja dibawa dari Bogor dan shalat Dzuhur dan Ashar yang masih saya jamak qasar saya tertidur sangat pulas. Saya baru menyadari bahwa dalam 48 jam ini saya menikmati dua kali hari Kamis dan Jumat. Betapa indahnya dunia karunia Sang Pencipta.  Alhamdulillah.

(Imam Bachtiar, St Petersburg, 20 Nopember 2009)

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: